Hatenai Sora

Menuju Langit-NYa

  • 23rd July
    2014
  • 23

Peluklah Sabar

Bismillahirrahmanirrahiim..

Peluklah sabar, seerat mungkin.
Jangan biarkan ia terlepas barang sebentar.
Peluklah sabar, sekuat mungkin.
Karena sabarlah yang akan menjadi energi bagimu untuk kembali bangkit keluar.
Peluklah sabar, peluk sabar hingga kedua tanganmu yang memeluknya dapat saling bersentuhan.
Jangan lepaskan sabar, jangan biarkan ia hilang dari genggaman.

Peluklah sabarmu, karena ia adalah teman.
Ia lah sejatinya sahabat yang mampu menghapus segala duka.
Mengubah tangis menjadi tawa.
Mengubah air mata menjadi selaksa senyuman merekah.
Peluklah sabarmu, ialah yang akan menjadi tenaga bagimu untuk melaju.

Ah hidup ini terlampau bising dan sesak dengan hingar bingarnya.
Telinga sudah pengang dengan segala suara-suara sumbang yang tidak ada guna.
Mata lelah melihat semua kemunafikan.
Mulut terlampau kelu dan sulit ucapkan apa-apa yang ada faedahnya.
Dan kini hati yang sakit terus saja membuat prediksi-prediksi yang membuat kepala pusing bukan kepalang. Mencoba meramal masa depan yang penuh misteri. Padahal hanya Allah Sang Pencipta sajalah yang mengetahui rahasia masa depan.

Maka dari itu, peluklah sabar. Engkau sudah terlampau lelah, bahkan menghadapi dirimu sendiri pun sudah merasa payah. Peluklah sabar, maka ia akan bertransformasi menjadi kumpulan energi-energi positif yang akan membuat hidupmu kembali cerah.

Peluklah sabar, seerat mungkin. Jangan biarkan ia terlepas barang sejenak.

Peluklah sabar, rasakan energi yang mengalir melalui aliran darahmu. Bukankah Sang Maha Pengasih begitu sering mengucap “fashbir..” di dalam surat cinta-Nya? Maka dari itu jangan biarkan sabar itu hilang entah kemana.

Peluklah sabar, lalu kecuplah syukur. Sabar dan syukur, aliran energi dan ledakan potensi. Maka kau akan temui hidupmu kembali berarti.

  • 23rd July
    2014
  • 23
#fatwakhyar jilid 29

muhammadakhyar:

156. Kita begitu merindukan keadilan manifestasi Al Hakim, namun yang bisa kita capai hanyalah putusan hukum dari seorang hakim.

157. Pada R kita merasa mendekat kepada tuhan, padahal tiada yang jauh dariNya, padaNya tak pantas disandingkan konsep jarak.

158. Malam ganjil…

  • 23rd July
    2014
  • 23
Beruntunglah wahai orang-orang yang beritikaf, bersyukurlah..
Bersyukurlah pula wahai orang-orang yang masih mampu berpuasa, shalat, dan membaca Al-Qur’an
  • 23rd July
    2014
  • 23
productivemuslim:

A One-to-One With Your Heart
 
If you’re standing in prayer in these last few days of Ramadan doing your best to ‘feel’ closer to Allāh (Subhānahū Wa Ta’ālā) yet somehow feeling distanced; if you’re wondering why those around you are all crying whilst you’re completely emotionless; if you wish you could be of those with soft hearts and tearful eyes in Ramadan, but it doesn’t seem to happen, and you fail to reach that level in your spiritual worship – then it’s time to have a serious one-to-one conversation with your heart.
 
Ask your heart: why is it so cold? Why do the Words of its Creator have no effect or impact on it at all? Is it that arrogant that it doesn’t need its Lord?! Why is it so hard? Why are no emotions expressed for either fear or joy of being with its Creator? Why is it a hypocrite? It’ll cry watching a movie when it knows it’s not real but will not cry when it hears the truth about its ultimate destination?!
 

Keep digging deeper until you find the answer. Get your heart to break in front of Allāh (Subhānahū Wa Ta’ālā) this Ramadan. There’s no sweeter feeling than a sincere heart that cries out to Allāh. Don’t let Ramadan go without having cried even once in front of your Lord Insha’Allāh.

Force to cry sar..

productivemuslim:

A One-to-One With Your Heart

 

If you’re standing in prayer in these last few days of Ramadan doing your best to ‘feel’ closer to Allāh (Subhānahū Wa Ta’ālā) yet somehow feeling distanced; if you’re wondering why those around you are all crying whilst you’re completely emotionless; if you wish you could be of those with soft hearts and tearful eyes in Ramadan, but it doesn’t seem to happen, and you fail to reach that level in your spiritual worship – then it’s time to have a serious one-to-one conversation with your heart.

 

Ask your heart: why is it so cold? Why do the Words of its Creator have no effect or impact on it at all? Is it that arrogant that it doesn’t need its Lord?! Why is it so hard? Why are no emotions expressed for either fear or joy of being with its Creator? Why is it a hypocrite? It’ll cry watching a movie when it knows it’s not real but will not cry when it hears the truth about its ultimate destination?!

 

Keep digging deeper until you find the answer. Get your heart to break in front of Allāh (Subhānahū Wa Ta’ālā) this Ramadan. There’s no sweeter feeling than a sincere heart that cries out to Allāh. Don’t let Ramadan go without having cried even once in front of your Lord Insha’Allāh.

Force to cry sar..

  • 23rd July
    2014
  • 23
Dulu aku juga sering sakit-sakitan. Tapi pas aku rajin nanjak, badan jadi lebih sehat. Daripada duitnya abis buat ke dokter, mending nanjak gunung aja biar sehat, banyak-banyak hirup udara gunung yang seger.
Miss Lala, Supervisor di Albin. Somehow saran nya ini oke juga, dulu jaman masi jadi aktivis (cie aktivis,haha) perasaan badan gak sebegini letoy dah. Padahal agenda ke luar kota tuh ada aja, berentet bahkan. Dulu juga long march berjam-jam kuat aja deh, sekarang berasa nenek banget, baru itikaf sehari aja udah teler :(
  • 23rd July
    2014
  • 23
  • 23rd July
    2014
  • 23
  • 23rd July
    2014
  • 23
  • 22nd July
    2014
  • 22
  • 22nd July
    2014
  • 22